<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rdf:RDF
	xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
	xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel rdf:about="http://tarunaferi.com">
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://tarunaferi.com</link>
		<image rdf:resource="http://tarunaferi.com/images/M_images/joomla_rss.png" />
	   <dc:date>2010-09-06T06:33:33+01:00</dc:date>
		<items>
			<rdf:Seq>
				<rdf:li rdf:resource="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=35"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=33"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=32"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=31"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=30"/>
			</rdf:Seq>
		</items>
	</channel>
	<image rdf:about="http://tarunaferi.com/images/M_images/joomla_rss.png">
		<title>Powered by Joomla!</title>
		<link>http://tarunaferi.com</link>
		<url>http://tarunaferi.com/images/M_images/joomla_rss.png</url>
	</image>
	<item rdf:about="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=35">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-01-28T16:39:52+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://tarunaferi.com</dc:source>
		<title>15 Alasan Kenapa Karir Anda Mentok</title>
		<link>http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=35</link>
		<description>Banyak orang yang mengalami karirnya mentok, namun tidak tahu kenapa hal ini terjadi pada dirinya. Pada umumnya ada 15 penyebab terbesar kenapa karir seseorang mentok dan tidak berkembang lagi. Dibawah ini adalah daftar yang dapat Anda gunakan sebagai alat untuk introkesi diri. Apakah Anda memiliki kriteria dibawah ini?  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=33">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-01-26T13:29:45+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://tarunaferi.com</dc:source>
		<title>Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi </title>
		<link>http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=33</link>
		<description>Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman  KELADI TIKUS  (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung.  Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,  kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia . Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.  Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan, jelas Patoppoi. </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=32">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-01-26T11:45:33+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://tarunaferi.com</dc:source>
		<title>Jangan Hitung-Hitungan - Go Extra Mile </title>
		<link>http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=32</link>
		<description>Success @ Work Banyak sekali para pemula di dunia kerja yang memiliki paradigma yang salah tentang  seberapa jauh saya harus berkorban?  atau  seberapa banyak yang harus saya berikan pada perusahaan? Banyak para profesional dan karyawan yang berpikir, Apa yang saya berikan tergantung apa yang saya peroleh  Saya akan bekerja tergantung bayaran yang saya terima  Kalau atasan dan perusahaan baik terhadap saya, maka saya akan bekerja lebih baik lagi Bila kita berpikir seperti ini, maka kita memakai prinsip  Tuai dulu baru menabur . Bila kita perhatikan dengan cermat, seluruh aspek dalam kehidupan ini berlaku  tabur terlebih dahulu, baru menuai . Investasi terlebih dahulu, baru nikmati hasilnya.Prinsip  tuai dulu baru menabur  tidak akan pernah berhasil membuat seseorang sukses didalam hidupnya (jadi bukan hanya karirnya). </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=31">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-01-15T15:23:35+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://tarunaferi.com</dc:source>
		<title>Siapa Sebenarnya Mario Teguh?</title>
		<link>http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=31</link>
		<description>Sejak lama saya sudah sering mendengar nama Mario Teguh sebagai motivator. Ketika kemudian, dia tampil secara reguler setiap akhir pekan di acara stasiun televisi MetroTV dengan tajuk Golden Ways, saya tetap tidak bergeming. Bagi saya, dia tetap seorang motivator biasa sebagaimana motivator-motivator lainnya, seperti Robert T. Kiyosaki, Tung Desem Waringin, Hermawan Kartajaya, Andrie Wongso, dan lainnya. Bahkan ketika nama dan kata-katanya banyak diperbincangkan orang, terutama kaum wanita, saya tetap tidak bergeming, bagi saya dia tetaplah seorang motivational speaker, orang yang bisanya hanya berbicara, memengaruhi orang lain untuk berpikir dan melakukan sesuatu yang positif, sementara dia sendiri belum tentu mampu merefleksikan ucapannya itu dalam kehidupan pribadinya sehari-hari.  Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai penasaran, mengapa sampai stasiun MetroTV menayangkannya pada jam tayang prime time setiap akhir pekannya dan mengapa semakin banyak orang yang memperbincangkannya? Saya kemudian mulai mengikuti acara Golden Ways-nya itu untuk mengetahui lebih dalam mengenai muatan dari ceramah interaktifnya itu. Setelah mengikutinya cukup lama, saya menemukan sesuatu yang saya rasa sangat bisa diterima dan cocok dengan logika, religiusitas, dan harapan saya selama ini. Sesuatu yang berbeda dan patut saya apresiasi. Mario Teguh menggunakan banyak referensi, bukan hanya teksbook dari berbagai bacaan psikologi yang berasal dari barat, tapi juga dikombinasikan dengan referensi budaya lokal dan agama. Saya bahkan selalu menemukan banyak kesamaan dalam ceramahnya dengan ajaran Islam yang saya ketahui. Namun apabila diamati cara dia menyampaikan ceramah dan penampilan fisiknya, dia terlihat seperti seorang pendeta yang pernah saya lihat di televisi maupun di kebaktian-kebaktian.</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=30">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-01-15T11:22:18+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://tarunaferi.com</dc:source>
		<title>Bapak dan Sapi sama kuatnya!!!</title>
		<link>http://tarunaferi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=30</link>
		<description>Pada suatu kunjungan di sebuah peternakan yang dilakukan oleh peserta seminar untuk keluarga harmonis, seorang Pemandu acara menceritakan bahwa sapi di tempat tersebut sangat sehat dan kuat-kuat.Pemandu : &amp;ldquo;Bapak dan Ibu, ini sapi dari New Zealand sangat kuat, sehari bisa 5 kali berhubungan dengan sapi betina&amp;rdquo;Ibu-ibu sambil nyenggol suaminya : &amp;ldquo;Tuh&amp;hellip;&amp;hellip; Pak 5 kali sehari, bisa nggak&amp;hellip;?&amp;rdquo;Trus selanjutnya lagi &amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;..</description>
	</item>
</rdf:RDF>
